2 pelajaran dari istirahat

1. Membuat lo lebih siap untuk kerja keras

Lo perlu membuat jadwal besar, yang akan menjadikan lo sebuah mesin yang terus mengasah skill-skill. Aku percaya gua bisa meningkatkan kualitas diriku secepat yang ku mau, jangan lewatkan waktu sedikitpun agar lo tidak menyesal di umur 30 tahun. Aku ingin melakukan sumpah palapa, untuk kebaikan negaraku dan agamaku. 

Aku minta maaf atas segala keteledoranku aku ingin lebih bijaksana dalam hidup, dan lebih assertive mencoba hal positif yang baru. Lebih banyak istirahat dapat melemahkan lo sedikit lama-lama menjadi gunung, seimbangkan diri lo demi kebaikan yang lebih banyak. Gue percayakan kebaikan yang lebih banyak bagi diriku untuk aku yang lebih bisa diandalkan.

2. Melemahkan lo

Istirahat ibarat pedang bermata dua yang bisa saja membunuh lo, sadari bahwa kalo lo bisa saja mati kapan saja. Akui bahwa lo perlu lebih banyak bekerja keras menghasilkan banyak uang untuk kebutuhan hidup lo, lo perlu punya dana darurat agar pikiran lo lebih tenang dan bisa diandalkan. Teruslah berkarya agar lo bisa bermanfaat bagi banyak orang, teruskan tekad lo ke penerus-penerus lo selanjutnya.

Apa yang bikin gue mau ke masjid? Sesudah qomat & hp di cas. Apa yang bikin gue mau bantu buat obor? Ada si ade atau ucup. Apa yang bikin gue mau melakukan hal nggak nyaman tapi baik dalam hidup? Ada cewek dan ingat akan mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1.Tips mengembangkan narsistik sehat